Senipah, inilah curhatku ….

Gotta get outta this place, Man it’s not what I want All the reason to stay Is overrated and fake.
It’s too hard to survive And too fast to realize Come and go suck your blood To the last ‘till you’re dead.
In this land of falling sky, In this land once I just Love so much, And it’s time will burn All the memories.

Bait potongan lagu dari SID diatas seolah menggambarkan suasana mood saya di masa – masa akhir tugas saya di Senipah. Yeah akhirnya blog saya pun menjadi korban untuk tempat curhat pemiliknya. Tapi tak apalah sesekali curhat kan manusiawi .

Senipah atau Sanipah adalah nama sebuah kelurahan yang terletak di Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara. Di tempat inilah terdapat sebuah kilang migas tempat saya mencari nafkah. Tempat kerja saya adalah lingkungan yang indah ( klik disini : foto foto senipah ), yang hanya sedikit saja disyukuri oleh para penghuninya. Sekian lama saya bekerja di tempat ini dari mulai tidak nyaman, kemudian nyaman, kemudian kembali tidak nyaman.

However apapun yang saya rasakan ketika saya pergi saya harus tetap adil pada lingkungan yang telah membesarkan ( terutama bagian perut 😛 ) saya sampai sejauh ini. Kesenangan dan kebencian adalah dua sisi mata uang yang ada dalam diri manusia. Sebagai seorang muslim, sudah menjadi kewajiban untuk hidup saling memaafkan, karena setiap orang pasti mempunyai sisi baik dan sisi buruk, pasti memiliki sisi menyenangkan dan sisi menyebalkan, jadi buat saya basa – basi adalah hal yang tidak penting ketika saya meninggalkan tempat ini. Saya akan terus berusaha memaafkan segala ketidak nyamanan yang telah saya terima, dan terus berusaha menghargai dan berterima kasih untuk segala kebaikan yang telah saya terima sampai sejauh ini. Sungguh sebagai manusia tugas kita hanyalah berusaha dan berdo’a untuk menjaga hati kita menjadi hati yang baik.

Layaknya orang yang telah sekian lama berada dalam suatu lingkungan, kemudian akan keluar dari lingkungan tersebut, biasanya akan ditanyakan tentang kesan dan pesan untuk lingkungan tersebut. Kadang kala orang hanya berbasa basi dengan menyampaikan kesan dan pesan yang baik – baik saja. Kadang kala orang begitu emosional dengan ketidak nyamanan yang dia terima dari lingkungan tersebut sehingga kesan dan pesan yang dia tinggalkan penuh dengan kebencian seolah tidak pernah ada hal baik yang pernah dia terima dari lingkungan tersebut. Pada situasi ini saya harus jujur dan adil dalam menulis kesan dan pesan untuk lingkungan yang telah memberikan banyak hal ( terutama hutang duit 😉 ) bagi saya ini.

Kesan dan pesan yang akan saya sampaikan adalah seperti ini :

Assalamu’alaykum warohmatullohiwabarokatuhu….       
Kesan dan pesan saya selama bekerja disini adalah sebagai berikut :                                                                                                                                    

Kesan

Kesan pertama saya datang di lingkungan mekanik senipah tempat saya bekerja adalah sangat tidak senang. Yang membuat suasana tidak nyaman bagi saya sebenarnya hanya beberapa orang yang menyambut kedatangan saya dengan tidak friendly, bahkan ada seorang yang sangat arogan sehingga tak mau menerima uluran tangan saya untuk berjabat tangan. Sempat stress sampai bed rest dengan suasana yang sangat tidak nyaman ini.

Seiring berjalannya waktu, akhirnya saya bisa beradaptasi dengan lingkungan ini. Suasana pun semakin mencair seiring dengan semakin akrabnya saya dengan teman – teman dari semua departement maintenance. Suasana kekeluargaan yang akrab membuat saya betah untuk bekerja di tempat ini. Futsal dan Band adalah kegiatan yang paling menyenangkan bagi saya di tempat ini. Hingga pada suatu saat, cedera permanen menarik saya untuk menjauhkan diri dari lapangan futsal. Dan kemudian saya terjerumus kedunia fotografi hingga sekarang ini. 

Saya tidak terlalu mengeluhkan penghasilan saya dari bekerja disini, bagi saya bekerja di perusahaan ini adalah sebuah takdir luar biasa yang diberikan ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala untuk saya. Betapa tidak, saya hanyalah lulusan STM, berasal dari keluarga pas pasan, dengan prestasi akademik yang biasa – biasa saja, tetapi dengan perantaraan program training dari perusahaan ini akhirnya saya menikmati terjerumus dalam dunia Migas dengan kesejahteraan yang lumayan baik. Saya begitu bersyukur atas takdir ini, dan apapun bentuk rasa terima kasih saya bagi  perusahaan ini jelas tidaklah akan pernah cukup.

Waktu terus berjalan pada jalurnya, teman – teman datang dan pergi silih berganti, pun demikian dengan para pejabat di tempat ini. Hingga saya merasa ada yang berubah dengan suasana tempat ini. Suasana kekeluargaan perlahan mulai luntur berganti dengan suasana penguasa dan pekerja. Posisi para pejabat bukan lagi menjadi pengayom anak buah, melainkan kebanyakan lebih memikirkan diri sendiri untuk mendapat  jabatan yang lebih tinggi. Tidak semua pejabat seperti itu memang, diantaranya masih ada yang bertindak sebagai pengayom, diantaranya ada yang jelas kelihatan ambisius untuk mendapat prestasi pribadi, dan disisi lain ada yang berpolitik di dua sisi.

Aduhai, apalah daya saya, akhirnya saya memilih untuk jadi penonton saja. Mungkinkah segelintir teman – teman lain pun merindukan suasana dulu ? ataukah mereka telah dengan atau tanpa sadar menjerumuskan diri untuk mengejar ambisi pribadi ? atau mungkin mereka pun sudah ikut ikutan berpolitik. Entahlah . . . .

Kecintaan saya kepada perusahaan ini begitu besar, namun akhirnya saya pun menyadari bahwa keberadaan saya disini sudah tidaklah penting. Terlepas apapun yang para pejabat berwenang katakan ketika saya mengajukan surat pengunduran diri, faktanya saya merasa sudah tidak diperlukan lagi di tempat ini. Yeah mungkin terlalu lebay, namun saya begitu mencintai perusahaan dan tempat ini, hanya saja saya merasa sudah tidak lagi diperlukan untuk terus berada disini. And in the fact : I Just Human.

Pesan

Pesan nasi goreng cerewet 3, Mie ayam bakso 1, Martabak 1, dan Tahu tek 5 bungkus. 😀 Eh yang dimaksud bukan pesan seperti itu 🙂

Pesan saya hanyalah ingin mengingatkan kepada semua pihak untuk kembali menyadari Tuhan kita bukanlah “SAFETY”. Ditempat ini seolah – olah Safety lah yang menentukan takdir celaka atau selamatnya seseorang. Salah satunya adalah kebijakan zero tolerance terhadap PPE adalah jawabannya. Sikap yang ditunjukan segelintir orang disini seolah – olah safety adalah tuhan dan PPE adalah malaikat pelindung. Berlebihankah pernyataan saya ? saya merasa ruang meeting permit itu hampir tidak mengenal yang namanya sikap Tawwakal.

Bagi saya yang seorang muslim, kebijakan zero tolerance terhadap PPE adalah hal yang berlebih – lebihan, dan sebuah keingkaran terhadap rukun Iman yang ke 6. Apakah kita lupa dengan sebuah hadits Al insanu mahalu al-khatthaa’i wa al-nisyaan. Manusia itu tempat salah dan lupa ?  saya kira tidak, semua itu hanyalah akibat dari sikap berlebih – lebihan dalam suatu perkara. Tugas manusia adalah berusaha dengan sungguh – sungguh, namun ingatlah kawan!!! ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasulullah Sholollahu Alayhi Wassalam sangat membenci hal yang berlebih – lebihan. Dalam hal ini bagi saudaraku yang muslim, marilah kita renungkan kembali Firman ALLAH dalam Al Qur’an Surat At Taubah ayat 51.

Pesan selanjutnya bagi semua para pejabat atau hierarki di Total. Ingatlah bahwa fungsi anda adalah untuk memanage, mengayomi, dan melindungi bawahan anda. Seorang hierarki dibayar lebih bukan untuk sebagai saluran buang perintah dari atasan menuju bawahan, bukan pula sebagai agitator kepanikan ketika ada masalah pekerjaan, tapi seorang hierarki yang baik adalah yang bisa memahami dan melindungi anak buahnya dari serangan pihak luar. Jika ada anggota team yang sedang low performance atau low motivasi, hierarki yang baik harusnya mendekat dan memberikan motivasi, bukannya malah menjauh dan acuh tak acuh atau pura – pura tidak paham dengan kondisi bawahannya. Ingatlah para hierarki, salah satu tugas anda adalah menyelesaikan konflik, bukan menghindari konflik.

Jangan ada lagi hierarki yang menginjak kepala bawahannya supaya dia dapat menjangkau posisi yang lebih tinggi lagi. Rasanya tak adil memang jika harus membandingkan para pejabat sekarang dengan pak Dasir, pak Kamto, pak Paulus, pak Adi Prihartono, Ferry Tumpamahu ataupun pak Marhani, namun selakyaknya mereka bisa jadi teladan bagi para pejabat sekarang dalam hal kepedulian pada anak buahnya. salah satu contoh dari mereka adalah rela meninggalkan kenyamanan posisi jabatannya, guna memberi kesempatan bawahannya untuk maju.

Professional para pejabat sekarang di tempat ini masih layak untuk di pertanyakan. Sungguh memalukan di tempat ini ternyata ada pejabat yang sudah harusnya pensiun atau pindah namun dengan senang hati dia tetap diposisinya, entah itu meloby bos untuk tidak dipindah, extended atau di kontrak lagi, tanpa sadar atau dengan penuh kesadaran sebenarnya dia menutup kesempatan bawahannya untuk maju. Adalah fakta yang mengerikan bagi saya, ketika menyaksikan para pensiunan dari perusahaan ini banyak yang tidak berani untuk berjalan dengan kakinya sendiri. Semoga saya tidak seperti itu.

Bagi sesama rekan pekerja, ingatlah anda tidak akan menjadi hebat karena diri anda sendiri, karena pada faktanya anda tidak akan bisa untuk bekerja sendiri disini. Maka tidaklah patut bagi para pekerja mempolitisir teman sendiri untuk meraih posisi. Ingatlah bahwa ada jasa temanmu ketika anda menikmati sebuah kesuksesan. Jadikanlah kawan kawan sesama pekerja layaknya keluarga yang harmonis. Jangan diteruskan kebiasaan sebuah analogi, si A yang mancing ikan, lalu datang si B mengambil, memasak dan menyajikan ikan tersebut pada si bos, lalu kebiasaan si bos juga hanya melihat si B lah yang patut mendapat penghargaan dan pujian, padahal si A lah yang letih, payah, bekerja keras untuk mendapatkan ikan tersebut. Jika anda bingung dengan analogi tadi, bertanyalah pada Darman karena dialah pencipta analogi tersebut.

Pesan lainnya adalah, janganlah putus tali silaturahiim kita walaupun terpisah jarak dan waktu. Sekian, terima kasih, billahi taufik wal hidayah wassalamu’alaykum warrahmatullahi wabarakatuhu…. 🙂

Sebenarnya tidak, saya tidak ingin menyampaikan kesan dan pesan, saya tidak ingin mengatakan apapun tentang kepergian saya. Toh pada saatnya kelak mungkin seseorang akan membaca tulisanku ini. Dan tulisan ini adalah jelas – jelas mengambil sudut pandang subjektif dari sisi saya pribadi. Adalah sangat tidak adil untuk membuat pernyataan disaat fikiran sedang tidak netral karena rasa sedih, marah, gembira, bahagia, yang begitu emosional.

Tempat ini (Total Senipah) begitu menyenangkan bagi saya. Tempat ini (Total Senipah) menyimpan banyak jasa dan kenangan bagi saya. Seperti yang di katakan seorang teman yang bernama Yusuf Bachtiar, saya juga “Totally Love Total”. In this land of falling sky In this land once I just Love so much, And it’s time will burn All the memories…….

Iklan

22 thoughts on “Senipah, inilah curhatku ….

  1. Ping-balik: TA-DAAA!!! « Melan'Z Blog::Wordpress Lover

  2. Ping-balik: Cerita Senja di Pantai Oesapa « Aklahat

  3. Ping-balik: melompat lebih tinggi « analekta and me

  4. Sungguh sebuah perasaan yg pernah saya rasakan , mudahan Chev cita citamu tercapai melalui blog ini and dimanapun kau berada .
    Minal aidin walfaidzin mohon maaf lahir dan bathin.

  5. Coba Anda Bayangkan jika Apa Yang Kita Suka-i Hilang /Tidak Dapat Kita Wujudkan? Atau Dengan Kata Lain Apa Yang Kita Harapkan Tidak Tercapai /Tidak Terlaksana?? sakit bukan? /kecewa.? Disinilah Di-Dunia Maya ini. Apa Yang Kita Inginkan Bisa Terlaksana Dengan Sedikit Berusaha Tapi Tetep Banyak Waktu Terkuras /Sia-Sia. Tapi Tidak Apa-Apa Toh Juga Kita Puas, Meskipun Cuma Sebentar. Haha.. Haha..

  6. Ping-balik: Kurindukan Belai kasihmu Ibu,, « rindusyurgaku

  7. Ping-balik: Kewajiban Istri Setelah Ditinggal mati Suami « rindusyurgaku

  8. Ping-balik: Kembali Dengan Maaf « LENTERA QOLBU BERTASBIH

  9. Bang Acheef, Curhatan ente bikin “alarm high-high” di hati ane kelap kelip, bikin “sirene” di kuping ane meraung-raung , juga bikin “indicator lamp” di mata ane ikutan kedap-kedip… Ane ga mau jd “hierarchy” seperti yg ente gambarin hanya punya ambisi pribadi tanpa memperhatikan teman2 sekelilingnya… Ane ga mau hati ane luput dari curhatan temen-temen senasip krn bagaimanapun qta harus siap menjadi menjadi tempat sampah untuk pembuangan segala uneg2 baik itu soal pekerjaan maupun persoalan pribadi dari temen2 qta sendiri.. Ane ga mau mata ane buta xampe2 ga bisa melihat besarnya jerih payah, kesulitan, kerja keras, semangat maupun spirit yg ditunjukkan teman2 dalam melaksanakan tugas2 selama ini. karena bagaimanapun mereka telah berusah sebaik2nya untuk menuntaskan tugas2 negara yg di bebankan di pundak2 mereka sbg pejuang2 MIGAS… Ane juga ga mau Telinga ane budeg xampe2 ga mendengar teriakan2, keluh kesah, harapan2 maupun umpatan2 dari temen2 karena bagaimanapun mereka punya hak untuk didengar dan mereka juga ingin pendapatnya dihargai… Namun bagaimanapun juga “hierarchy” juga manusia yang seperti ente bilang tempatnya Salah lan Lupa, selain itu mrk mungkin juga masuk ke dalam golongan mahluk lemah yg belum tentu bisa menaklukan hawa nafsunya untuk bisa menaklukan dunia, so mari kita sama2 mendoakan mereka agar ALLAH SWT senantiasa membukakan Hati2 mereka biar bisa bersikap Bijaksana dalam melakukan tugas kepemimpinannya, juga senantiasa membuka mata dan telinga2 mereka agar bisa selalu melihat jerih payah serta mendengar keluh-kesah dari temen2 sekalian… Amien, ya robbal alamin..

  10. “I looked up the sky its nothing there could make me smile” untunglah itu hanya syair sebuah lagu bukan suasana hatiku atau temen2 ku baik yang disini ataupun yang jauh di “sono”. Gmana kabarnya kang? damang?…..
    Kapan kita ngejam lagi nih…urusan “mancing-memancing” ditinggal dulu lah, do what you love and enjoy the beat dude heheheh…Cuman disono masih bisa nggak…
    Keep in touch bro…We miss U already ..
    By the way “Mohon maaf lahir batin, Ied mubarak” salam dari seluruh keluarga di SNP
    “sorry yang pertama itu juga aku hehehe”

    • Superman Is Dead
      The Broken Song

      I look up the sky it’s nothing there could make me smile
      And the moon is dark it’s time to let you go
      The scratches in my heart I know it’s real but feel so fake
      I could never…

      Cos when I look back so many things I should regret
      My insecurity won’t dry to pull you down
      All this things surrounding me is never compromise
      Bring the devil get outta my side

      This broken heart and broken life
      I’ve made it all no turning back
      Now should I stay here with no lights
      Or should I go for one last try

      The brighter side of me is grey so hard to make it white
      And the reasons just completely out of sight
      I’ll come back and try when I know I’m a better man
      Then again that will never come true

      I wonder why we say good bye
      Wonder why I fucked up everything
      And just today I’ve found it why
      Like they say some was born to lose

  11. “I looked up the sky its nothing there could make me smile” untunglah itu hanya syair sebuah lagu bukan suasana hatiku atau temen2 ku baik yang disini ataupun yang jauh di “sono”. Gmana kabarnya kang? damang?…..
    Kapan kita ngejam lagi nih…urusan “mancing-memancing” ditinggal dulu lah, do what you love and enjoy the beat dude heheheh…Cuman disono masih bisa nggak…
    Keep in touch bro…We miss U already ..
    By the way “Mohon maaf lahir batin, Ied mubarak” salam dari seluruh keluarga di SNP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s